Showing posts with label PELAYARAN RAKYAT. Show all posts
Showing posts with label PELAYARAN RAKYAT. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

PELAYARAN RAKYAT SUDAH SAATNYA DIPERHATIKAN

PELAYARAN RAKYAT SUDAH SAATNYA DIPERHATIKAN 



Fenomena budaya maritim suatu bangsa atau setiap Negara maritim pernah dibahas dan dibicarakan serta diperjuang oleh bangsa-bangsanya, terutama oleh Negara-negara yang tergabung dalam Uni eropa. Pelayaran tradisional keberadaannya diharapkan dapat bertahan dan eksis sampai sekarang yang dirasakan dari tahun ke tahun saat sepertinya memudar, termasuk pelayaran rakyat yang ada di Indonesia.

Pelayaran Rakyat

Pelayaran Rakyat Pelayaran-Rakyat atau disebut juga sebagai Pelra adalah usaha rakyat yang bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan angkutan di perairan dengan menggunakan kapal layar termasuk Pinisi, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukuran tertentu. 

Jadi pelayaran rakyat adalah pelayaran tradisional yang ada di Indonesia. Pelayaran rakyat mengandung nilai-nilai budaya bangsa yang tidak hanya terdapat pada cara pengelolaan usaha serta pengelolanya misalnya mengenai hubungan kerja antara pemilik kapal dengan awak kapal, tetapi juga pada jenis dan bentuk kapal yang digunakan. 

Peran pelayaran rakyat semakin surut dan memprihatinkan sejalan dengan perkembangan tehnologi kapal yang mengarah kepada kapal yang lebih cepat dan lebih besar yang pada gilirannya lebih ekonomis. Pelayaran rakyat hanya sesuai untuk angkutan dengan demand yang kecil, menghubungkan pulau-pulau yang jumlah penduduknya masih rendah, ataupun pada angkutan pedalaman guna memenuhi kebutuhan masyarakat didaerah aliran sungai-sungai khususnya di Kalimantan, Sumatera dan Papua.Permasalahan yang ditemukan pada angkutan sungai adalah pendangkalan terutama pada musim kemarau. Untuk mengatasi pendangkalan perlu dilakukan pengelolaan daerah aliran sungai, pengerukan, termasuk pemasangan lock


MENGAPA MASIH ADA PERUSAHAAN PELAYARAN YANG MENGOPERASIKAN KAPAL TRADISIONAL.

      
1.   Kapal tradisional dioperasikan dimaksudkan untuk melestarikan sejarah akan kapal ersebut dan untuk mengetahui bagaimana pada masa itu kapal layar digunakan untuk pelayaran setiap harinya.

2.   Kapal tradisional dioperasikan karena praktek-praktek pelayaran tradisional (dalam hal penggunaan teknologi yang menggunakan mesin uap dimana saat ini sudah tidak ada lagi, pemanfaatan angina dan teknologi layar, sebagaimana pernah dilakukan pak Prof. BJ. Habibi dimana saat itu PT. PAL Indonesia dan putra-putra bangsa Indonesia mendisain dan membangun kapal layar motor Maruta Jaya 900DWT.

3.   Kapal tradisional dioperasikan karena apanya proyek-proyek sosial dan proyek mempertahankan budaya, proyek-proyek pendidikan dan penelitian.

4.   Kapal tradisional dioperasikan karena untuk kepentingan menambah aktifitas  pelabuhan local dan untuk mewarnai kegiatan pelabuhan dan kegiatan masyarakat local yang sekarang sudah bergeser dengan kapal-kapal modern.

5.   Kapal tradisional dioperasikan untuk mengangkat popularitas kapal pelayaran tradisional sesuai dengan pandangan masyarakat umum yang sudah dianggap tidak layak lagi (oleh karena itu perlu pengaturan yang interaktif dalam semua kegiatan-kegiatan di pelabuhan).

6.   Kapal tradisional dioperasikan untuk mengakomodir penyaluran hobby dan kesenangan masyarakat setempat, mereka dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan dan memberikan kesempatan kepada untuk dapat mengalami dan menikmati kapal tradisional sebagai bagian dari rekreasi.



 Hal tersebut di atas tidak mudah dan sangat sulit untuk membedakan pelayaran tradisional dan dunia pelayaran lainnya. Kegiatan pelayaran tradisional adalah untuk menyeimbangkan
  • - mengisi kegiatan waktu luang masyarakat VS para profesional
  • - kapal tradisional dimiliki pribadi VS dimiliki kelembagaan.
  • - bertindak sebagai saksi budaya VS perkembangan dinamis sebagai jenis yang brbeda  dari pelayaran dalam dirinya sendiri
  • -  Pelestarian kapal tradisional VS implementasi persyaratan keselamatan dan kenyamanan  kapal modern
Kompleksitas peraturan saat ini membuat kehidupan operator kapal tradisional sangat sulit.


KARENA KURANGNYA ATAU TIDAK ADANYA PERATURAN KESELAMATAN KAPAL PELAYARAN TRADISIONAL?


  • 1. Sudah saatnya melakukan tindakan yang ketat-tali antara biaya operasi kapal dan perusahaan dan   beberapa kendala
  • 2.    Pendapatan dari penumpang cenderung hanya untuk menutupi biaya overhead, bahkan tidak bisa untuk menutupi biaya overhead sama sekali.
  • 3.    Karena usia kapal tradisional, cara kapal tradisional dibangun atau cara kapal tradisional dioperasikan, maka kapal tradisional sering kali tidak sesuai dengan standar yang berlaku saat ini. Itulah sebabnya, pada banyak negara, membuat konsep peraturan keselamatan kapal secara khusus untuk mengukur dan memastikan standar keselamatan kapal yang tinggi pada kapal tradisional. konsep peraturan dijamin memiliki tingkat kecelakaan yang rendah dalam statistik kapal tradisional.
  • 4.    Timbulnya perselisihan antara negara bendera Eropa sehubungan dengan saling pengakuan ketentuan nasionalnya masing-masing, bagaimanapun ini menyulitkan kapal tradisional dapat menuju ke pelabuhan asing, meskipun kapal dari milik negara yang berbeda yang sudah saling berhubungan.
  • 5.    Kebanyakan kapal tradisional dilarang mengunjungi pelabuhan di luar negeri dan sebagai contoh pemerintah Jerman yang tidak lagi menerima sertifikat nasional dari kapal layar dari Belanda
  • 6.    Dibatasi hanya dapat operasi di perairan nasional masing-masing dan jelajah hanya dalam jangka pendek saja, namun, bertentangan dengan konsep operasional operator kapal tradisional dan bahwa kapal tradisional dapat secara alamiah digunakan untuk mencapai negara-negara di dunia seperti colombus menemukan benua amerika.



Akibatnya, kapal tradisional tidak dapat lagi mewarnai pengaturan kegiatan pelabuhan. Salah satu kritik dilontarkan terhadap operator kapal tradisional adalah bahwa pelayaran tradisional diduga mengambil bisnis kapal komersial kecil di wilayah pesisir.

Namun, pandangan ini mengabaikan kenyataan bahwa kapal-kapal komersial berkecenderungan mendapatkan keuntungan dari kegiatan kapal-kapal tradisional dan kehadiran kapal tradisional meramaikan dan mengupayakan muatan di pelabuhan dan kegiatan masyarakat lokal.

Penumpang yang memilih menggunakan pelayaran kapal tradisional yang dapat membutuhkan waktu beberapa hari, cenderung memiliki harapan yang sama sekali berbeda dari orang-orang yang menggunakan kapal penumpang modern.

Jika kapal tradisional harus batasi dengan lintasan kapal penumpang jarak jauh, maka pada dasarnya akan dapat membawa kepada situasi yang kompetitif yang sehat karena operator kapal tradisional akan dipaksa untuk mencoba dan bertahan secara komersial dengan menawarkan perjalanan pesisir jarak pendek.

Bila kapal tradisional tidak didorong perkembangannya, maka ini berarti dapat mengakhiri praktek pelayaran tradisional dengan hanya mengandalkan kapal penumpang jarak jauh, kapal tradisional hanya akan menjadi kisah masa lalu saja.


Oleh: Ir. Sjaifuddin Thahir, Msc. 

Pelayaran ke Vancouver Canada

Pelayaran ke Vancouver Canada

Oleh: Andhika Mappasomba Daeng Mamangka


Perahu Tradisional Pinisi yang merupakan salah satu karya masyarakat Bira Ara, Tanah Beru, dan Lemo-Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba yang diyakini oleh masyarakat sebagai warisan leluhur daari zaman Sawerigading, patut kita apresiasi dan lestarikan eksistensinya. Bukan hanya karena menjadi bagian dari kisah Lagaligo yang merupakan karya sastra terpanjang di dunia, tetapi Pinisi telah menjadi salah satu hal yang membanggakan bagi Indonesia.

Phinisi Nusantara



Pelayaran Phinisi Nusantara ke Vancouver Canada sebagai salah satu pelayaran yang paling spektakuler di zaman modern diliput oleh sebagian media massa di dunia ketika itu. Kesuksesan pelayaran ini menjadi titik awal mendunia-nya perahu tradisional pinisi. Terlebih setelah Pinisi mampu menunjukkan kemampuannya menaklukkan samudera pasifik yang dikenal ganas dengan ombaknya yang menggelora dan mitos-mitos mengerikan tentang lautan luas.

Jika saja terjadi sesuatu yang buruk terhadap Phinisi Nusantara, maka reputasi Indonesia akan hancur di mata dunia Internasional. Dan tentu saja, kepercayaan dunia internasional akan kepandaian orang Bontobahari dalam membuat perahu layar tradisional akan suram sebab jatuh kepercayaan, bukan hanya di dalam negeri akan tetapi juga terhadap dunia Internasional.

11 ribu mil di atas laut bukanlah jarak yang pendek. Dibutuhkan nyali yang membara dan kecerdasan yang di atas rata-rata manusia biasa untuk menaklukkan samudera pasifik. Membayangkan hal tersebut, 30 tahun yang lalu, teknologi yang digunakan sangatlah terbatas. Bahkan, boleh disebut masih sangat apa adanya.

Keberhasilan Phinisi Nusantara menaklukkan Samudera Pasifik, membuat mata dunia terbelalak. Betapa tidak, sebuah perahu dari kayu yang mampu berlayar melintasi samudera dianggap sebagai pelayaran yang mengantarkan seluruh penumpangnya menuju akhirat. Pelayaran yang tidak masuk akal.

Olehnya, sangat wajarlah jika semua yang berlayar menuju Vancouver disebut sebagai pahlawan bangsa dan presiden Soeharto sangat mengapresiasi mereka dan memberikan penghargaan yang besar terhadapnya.

Tidak sedikit orang yang terlibat pada proses pelayaran ini. Bahkan sejak pemotongan lunas perahu oleh Daeng Marinnyo (Almarhum) yang dipimpin oleh Haji Damang di Kawasan Kampung Kaluku Bodo, Tanah Beru pada tahun 1986, hingga pembangunan di PT. IKI Makassar. Bahkan hingga perampungannya di Jakarta, Phinisi Nusantara melibatkan puluhan bahkan hingga ratusan orang untuk menyempurnakannya. Orang-orang terbaik bangsa hingga pengusaha-pengusaha besar Indonesia, ikut berkontribusi dalam membangun dan melayarkannya.



Mengingat Phinisi Nusantara dan membayangkan wajah-wajah pemuda tangguh Indonesia, kita akan terkenang begitu banyak peristiwa besar akan bangsa ini. Di wajah tua mereka kinilah tersimpan semangat juang yang gigih dan tangguh. Rela menyabung nyawa di ganasnya samudera demi nama baik bangsa Indonesia. Di wajah-wajah sepuh merekalah tersimpan cerita romantika perjuangan Rakyat Indonesia dalam menegakkan kepala bahwa karya seni dan budaya bangsa Indonesia, khususnya Bontobahari dapat disejajarkan dengan kebudayaan-kebudayaan bangsa-bangsa lain di dunia internasional.

Pelaku sejarah harus diapresiasi. Terlebih lagi, merekalah yang membuat industri perahu pinisi menjadi menggeliat dan terus berdenyut hingga sekarang. Denyutan itulah yang menjadi sumber kemakmuran dan peningkatan ekonomi rakyat Bontobahari dari hari ke hari hingga kini. Pelaku sejarah Phinisi Nusantara adalah pahlawan bangsa yang akan akan terus dikisahkan dengan bangga.

Perahu tradisional Pinisi kini bukan hanya diminati masyarakat lokal Indonesia akan tetapi, Pinisi telah menjadi juga perahu primadona bangsa-bangsa asing. Pinisi bukan hanya dijadikan sebagai perahu kargo yang dapat berlayar antar pulau-pulau Indonesia akan tetapi telah menjadi perahu wisata atau perahu pesiar yang berlayar di seluruh penjuru lautan Indonesia.

Mengenang pelayaran Phinisi Nusantara, Pinisi mendunia harus terus dikisahkan dari waktu ke waktu. Sebab, pelayaran itu menjadi titik tolak kebangkitan bangsa ini dalam dunia pelayaran dan industri perahu layar terbesar di Nusantara.

Jayalah terus pinisi
Lestarilah bersama matahari pagi
Kembangkan layarmu mengikuti angin sejarah
Meniti ombak di semua samudera
Menuju pulau impian kejayaan

Sekali layar terkembang
Pantang kita surut ke tepian
Lebih baik tenggelam 
dari pada harus kembali pulang sebelum tiba di dermaga tujuan!